
Peringatan risiko
Kripto dapat kehilangan sebagian besar atau seluruh nilainya. Lembar ini membantu membatasi kerugian, bukan menjamin keuntungan, dan bukan saran untuk membeli aset apa pun.
Yang harus beres sebelum satu rupiah masuk kripto
Ada tiga pos yang sebaiknya aman terlebih dulu. Pertama, dana darurat untuk beberapa bulan pengeluaran rumah tangga, ditaruh di simpanan yang cepat cair dan nilainya tidak naik-turun. Kedua, utang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman daring sudah lunas; membayar utang berbunga tinggi adalah "imbal hasil" pasti yang tidak bisa ditandingi spekulasi. Ketiga, kebutuhan yang sudah pasti dalam waktu dekat, misalnya biaya sekolah atau cicilan, sudah disisihkan.
Uang yang tersisa setelah ketiga pos itu adalah dana yang bisa Anda pertimbangkan untuk aset berisiko. Dan dari dana itu pun, kripto sebaiknya hanya mengambil sebagian.
Rumus ukuran posisi dari batas rugi
Pendekatan yang kami sarankan untuk dipelajari dimulai dari kerugian, bukan dari harapan. Tentukan dua angka: berapa rupiah yang rela Anda kehilangan tanpa mengganggu hidup, dan seberapa dalam penurunan yang mungkin terjadi. Lalu bagi yang pertama dengan yang kedua.
Ukuran posisi maksimal = batas rugi ÷ skenario penurunan
Contoh: dana investasi Anda Rp20.000.000 dan Anda rela kehilangan 5% darinya, yaitu Rp1.000.000. Sejarah menunjukkan kripto pernah turun sekitar 80% dalam satu siklus, seperti pada 2018 yang kami catat di kronologi crash. Dengan skenario turun 80%, posisi maksimal Anda adalah Rp1.000.000 ÷ 0,8 = Rp1.250.000.
| Skenario penurunan | Posisi maksimal | Cocok untuk membayangkan |
|---|---|---|
| 50% | Rp2.000.000 | Koreksi tajam pada kripto besar |
| 80% | Rp1.250.000 | Pasar lesu berkepanjangan |
| 90% | Rp1.111.111 | Token kecil yang ditinggal pembeli |
| 100% | Rp1.000.000 | Rug pull, token baru, platform gagal |
Kalkulator ukuran posisi
Batas rugi yang Anda terima: Rp1.000.000
Ukuran posisi maksimal pada skenario itu: Rp1.250.000
Untuk token baru berkapitalisasi kecil, skenario yang jujur adalah 100%: ada kemungkinan nyata token itu menjadi tak bernilai, seperti dijelaskan di lembar rug pull. Dengan skenario itu, posisi maksimal sama persis dengan batas rugi.
Mengapa jangan membeli kripto dengan utang
Utang mengubah sifat kerugian. Tanpa utang, koin yang turun 60% berarti kekayaan Anda berkurang. Dengan utang, penurunan yang sama bisa berarti Anda berutang lebih besar dari aset yang tersisa.
Bayangkan Anda meminjam Rp10.000.000 lewat pinjaman daring atau kartu kredit untuk membeli kripto. Harga turun 60%, sehingga aset Anda tinggal Rp4.000.000. Utang tetap Rp10.000.000, ditambah bunga dan denda jika terlambat. Untuk sekadar melunasi pokok, aset itu harus naik 150%. Sementara menunggu, cicilan tetap jatuh tempo setiap bulan.
Perdagangan dengan leverage, yaitu posisi yang dibesarkan memakai dana pinjaman dari platform, bekerja dengan logika yang sama tetapi lebih cepat. Dengan leverage 10 kali, pergerakan harga 10% melawan posisi Anda sudah cukup menghapus seluruh jaminan, belum termasuk biaya. Di pasar yang bisa bergerak 10% dalam sehari, posisi semacam itu bisa habis dalam hitungan jam, dan likuidasi paksa itulah yang ikut mempercepat kejatuhan harga di hari-hari pasar merah.
Membagi ke banyak koin belum tentu mengurangi risiko
Membeli sepuluh koin berbeda terasa seperti menyebar risiko. Namun harga kripto cenderung bergerak searah, terutama saat pasar anjlok. Sepuluh koin yang semuanya turun bersama tidak memberi perlindungan berarti. Yang lebih efektif adalah membatasi porsi kripto secara keseluruhan terhadap total kekayaan Anda.
Tanda bahaya pengelolaan uang
- Memakai dana darurat, uang sekolah, atau uang cicilan untuk membeli kripto.
- Meminjam dari pinjaman daring, kartu kredit, atau keluarga untuk "menambah modal".
- Menaikkan leverage setelah rugi agar "cepat balik modal".
- Tidak tahu berapa persen kekayaan Anda yang ada di kripto.
Aturan pribadi yang ditulis sebelum membeli
- Tulis batas rugi dalam rupiah, bukan persen yang mudah diubah-ubah.
- Tentukan skenario penurunan sesuai jenis aset: kripto besar berbeda dengan token baru.
- Hitung posisi maksimal memakai kalkulator tadi, lalu taati hasilnya.
- Tetapkan larangan utang tanpa pengecualian.
- Tentukan jadwal meninjau, misalnya sebulan sekali, bukan setiap kali harga bergerak.
- Simpan aturan ini di tempat yang Anda lihat saat ingin melanggarnya.