
Tentang angka di lembar ini
Tanggal dan persentase di bawah dirangkum dari catatan publik tentang masing-masing peristiwa, dengan Wikipedia sebagai rujukan sekunder. Angka dibulatkan seperti pada sumbernya dan dicantumkan dalam dolar AS sesuai catatan aslinya.
2018: gelembung yang pecah perlahan tapi dalam
Tahun 2017 adalah musim euforia. Harga Bitcoin mencapai puncak US$19.783,06 pada 17 Desember 2017, didorong antara lain oleh gelombang penawaran koin perdana (ICO) yang menjanjikan proyek-proyek baru. Hanya lima hari kemudian, pada 22 Desember, harganya sudah di bawah US$11.000, turun sekitar 45% dari puncak.
Penurunan berlanjut di awal tahun berikutnya. Antara 6 Januari dan 6 Februari 2018, Bitcoin turun sekitar 65%. Hingga September 2018, pasar kripto secara keseluruhan tercatat merosot sekitar 80% dari puncaknya di Januari, lebih dalam daripada kejatuhan saham teknologi saat gelembung dot-com. Pada Desember 2018, Bitcoin sempat berada di kisaran US$3.100.
Pelajarannya: penurunan tidak selalu berupa satu hari yang mengerikan. Kadang ia berupa kemerosotan berbulan-bulan yang menguras kesabaran, dan banyak token ICO dari masa itu tidak pernah kembali.
Mei 2021: kabar kebijakan yang memicu aksi jual
Setelah reli panjang, pasar kripto terpukul pada Mei 2021. Dua kabar yang sering disebut sebagai pemicu: Tesla mengumumkan penangguhan pembayaran dengan Bitcoin karena alasan lingkungan, dan bank sentral Tiongkok menegaskan kembali bahwa aset digital tidak boleh dipakai sebagai alat pembayaran. Hingga 19 Mei 2021, Bitcoin tercatat turun sekitar 30% ke kisaran US$31.000, Ethereum sekitar 40%, dan Dogecoin sekitar 45%.
Pelajarannya: harga kripto sangat peka terhadap kabar, bahkan kabar yang tidak mengubah teknologi apa pun. Posisi yang dibeli dengan dana pinjaman paling rentan pada saat seperti ini, karena penurunan cepat memicu penjualan paksa.
Mei 2022: runtuhnya Terra-LUNA
Mulai 9 Mei 2022, UST, stablecoin algoritmik milik ekosistem Terra, lepas dari patokan satu dolar dan sempat jatuh ke sekitar 10 sen. Token pasangannya, LUNA, runtuh dari puncak US$119,51 hingga nyaris tidak bernilai dalam sepekan. Nilai pasar sekitar US$45 miliar lenyap dalam satu minggu, dan pada 13 Mei jaringan Terra sempat dihentikan sementara.
Pelajarannya: label "stable" tidak sama dengan aman, dan imbal hasil tinggi yang terlihat stabil perlu ditanyakan sumbernya. Uraian lengkapnya ada di lembar pelajaran Terra-LUNA.
November 2022: kepailitan FTX
Pada 2 November 2022, CoinDesk memberitakan bahwa Alameda Research, perusahaan dagang yang terafiliasi dengan bursa FTX, memegang token FTT milik FTX dalam jumlah besar. Pada 6 November, Binance mengumumkan rencana menjual kepemilikan FTT-nya yang bernilai sekitar US$529 juta. Nasabah bergegas menarik dana; sekitar US$6 miliar ditarik dalam 72 jam, dan pada 8 November FTX tidak lagi memproses penarikan.
Pada 11 November 2022, FTX, Alameda Research, dan lebih dari seratus perusahaan afiliasinya mengajukan kepailitan di Delaware, Amerika Serikat. Pendirinya dinyatakan bersalah atas penipuan pada November 2023 dan divonis 25 tahun penjara pada Maret 2024.
Pelajarannya: risiko tidak hanya datang dari harga koin, tetapi juga dari tempat koin itu disimpan. Nama besar dan popularitas bukan pengganti pengawasan dan pemisahan dana nasabah. Hal ini juga kami singgung di lembar menilai tim.
Ringkasan empat peristiwa
| Periode | Pemicu utama | Catatan angka |
|---|---|---|
| Des 2017–Des 2018 | Gelembung spekulasi dan ICO | Pasar turun sekitar 80% hingga September 2018 |
| Mei 2021 | Kabar kebijakan dan sentimen | Bitcoin sekitar −30% hingga 19 Mei |
| Mei 2022 | Stablecoin algoritmik gagal | Sekitar US$45 miliar lenyap dalam sepekan |
| Nov 2022 | Kegagalan bursa terpusat | Penarikan dihentikan 8 November, pailit 11 November |
Pola yang berulang
Meski pemicunya berbeda, keempat peristiwa memperlihatkan pola yang mirip. Sebelum jatuh, ada euforia dan cerita bahwa harga hanya bisa naik. Banyak pembeli memakai dana pinjaman atau menaruh uang yang sebenarnya dibutuhkan. Kepercayaan terpusat pada satu proyek, satu mekanisme, atau satu platform. Lalu, ketika satu bagian retak, kepanikan menjalar ke seluruh pasar.
- Euforia menutupi risiko. Ketika semua orang membicarakan keuntungan, itu saatnya membaca ulang kartu skor.
- Utang mempercepat kejatuhan. Likuidasi berantai membuat harga jatuh lebih cepat dari kabar pemicunya.
- Tempat penyimpanan ikut menentukan. Aset di platform yang gagal bisa tertahan lama.
- Tidak semua pulih. Pasar bisa bangkit, tetapi banyak koin individual tidak pernah kembali.
Tanda bahaya menjelang kejatuhan
- Imbal hasil tinggi yang "selalu stabil" tanpa sumber pendapatan jelas.
- Satu token menjadi jaminan bagi banyak pinjaman sekaligus.
- Platform menunda penarikan sambil menenangkan nasabah lewat media sosial.
Ketika pasar sedang merah, gunakan langkah menghadapi kripto anjlok dan jaga diri dengan catatan kesehatan mental.