
Harga di layar bukan harga yang Anda terima
Harga yang tampil di aplikasi adalah harga transaksi terakhir atau harga di kolam pada saat itu. Ketika Anda menjual dalam jumlah besar dibanding kedalaman pasar, harga bergeser selama transaksi berlangsung. Selisih antara harga yang Anda lihat dan harga rata-rata yang akhirnya masuk ke saldo Anda disebut slippage.
Pada bursa terdesentralisasi, banyak token diperdagangkan lewat kolam berisi dua aset, misalnya token dan stablecoin. Rumus yang umum dipakai menjaga hasil kali kedua isi kolam tetap. Mari pakai kolam rekaan berisi 1.000.000 keping token dan stablecoin senilai Rp50.000.000, sehingga harga tampil Rp50 per keping.
| Keping dijual | Nilai di layar | Yang diterima | Hilang karena slippage |
|---|---|---|---|
| 20.000 | Rp1.000.000 | Rp980.392 | 2,0% |
| 100.000 | Rp5.000.000 | Rp4.545.455 | 9,1% |
| 200.000 | Rp10.000.000 | Rp8.333.333 | 16,7% |
| 500.000 | Rp25.000.000 | Rp16.666.667 | 33,3% |
Semakin kecil kolamnya, semakin mahal harga keluar. Bayangkan jika ratusan pemegang ingin menjual pada hari yang sama: harga akan merosot jauh sebelum semua sempat keluar. Inilah sebabnya token berkapitalisasi kecil bisa "terjun bebas" hanya karena beberapa penjual. Konteks penurunan pasar secara umum ada di lembar saat kripto anjlok.
Kolam likuiditas dan siapa yang bisa menariknya
Pihak yang mengisi kolam menerima tanda bukti kepemilikan, sering disebut token LP. Pemegang token LP bisa menarik isi kolam kapan saja, kecuali token itu dikunci di kontrak penguncian untuk jangka waktu tertentu atau dibakar.
Di sinilah salah satu risiko terbesar token baru. Jika pembuat token memegang token LP yang tidak terkunci, ia bisa menarik seluruh stablecoin dari kolam dalam satu transaksi. Pemegang token lain tertinggal dengan koin yang tidak punya pasangan untuk ditukar. Skenario ini adalah bentuk paling klasik dari rug pull.
Saat memeriksa, jawab tiga pertanyaan: berapa persen likuiditas yang terkunci, sampai kapan kuncinya berlaku, dan siapa yang bisa membukanya. Kunci selama beberapa minggu nyaris tidak berarti untuk proyek yang menjanjikan rencana bertahun-tahun.
Konsentrasi pemegang
Penjelajah blok memungkinkan siapa pun melihat daftar alamat pemegang terbesar sebuah token. Saat membaca daftar itu, pisahkan dulu alamat kontrak kolam, alamat pembakaran, dan kontrak penguncian. Sisanya adalah dompet biasa.
Jika sepuluh dompet biasa menguasai sebagian besar suplai beredar, satu keputusan menjual dari salah satu dari mereka bisa menjatuhkan harga. Perhatikan juga dompet-dompet baru yang menerima token dari satu sumber yang sama; bisa jadi itu satu pihak yang menyebar kepemilikan agar tampak merata.
Volume yang terlihat ramai belum tentu nyata
Volume perdagangan sering dijadikan bukti bahwa sebuah token diminati. Masalahnya, volume bisa dibuat-buat: satu pihak membeli dan menjual ke dirinya sendiri berulang kali. Praktik ini dikenal sebagai wash trading. Volume tinggi dengan kedalaman pasar tipis, atau volume yang melonjak tanpa pertambahan jumlah pemegang, patut dicurigai.
Ukuran yang lebih jujur adalah kedalaman: berapa rupiah yang bisa dijual tanpa menggeser harga lebih dari persentase tertentu. Angka ini jarang dipromosikan, justru karena itu layak dicari.
Bandingkan juga jumlah pemegang dari waktu ke waktu. Token yang benar-benar diminati biasanya bertambah pemegangnya secara bertahap, bukan melonjak ribuan alamat dalam semalam lalu diam. Pertumbuhan yang janggal seperti itu sering berasal dari pembagian token gratis untuk memoles statistik.
Honeypot: pintu masuk terbuka, pintu keluar dikunci
Sebagian token dibuat dengan kode yang mengizinkan pembelian tetapi membatasi atau memblokir penjualan, misalnya dengan biaya jual yang sangat tinggi atau daftar alamat yang boleh menjual. Grafiknya terlihat naik terus karena memang hampir tidak ada yang bisa menjual. Laporan audit dan pemindai kontrak otomatis bisa membantu menemukan fungsi semacam ini; bacaan tentang batas audit ada di lembar audit kontrak pintar. Jika ada keraguan, tidak membeli adalah pilihan paling aman.
Tanda bahaya likuiditas
- Token LP tidak dikunci atau kuncinya hanya beberapa minggu.
- Kolam sangat kecil dibanding kapitalisasi yang dipamerkan.
- Grafik hanya naik tanpa satu pun transaksi jual yang berarti.
- Biaya jual jauh lebih tinggi daripada biaya beli.
Checklist likuiditas sebelum membeli token kecil
- Cari ukuran kolam utama dan bandingkan dengan kapitalisasi pasar.
- Periksa status token LP: terkunci, dibakar, atau bebas.
- Catat tanggal berakhirnya kunci dan siapa yang bisa membukanya.
- Baca daftar pemegang terbesar setelah memisahkan alamat kontrak.
- Hitung slippage untuk nominal yang ingin Anda jual kelak, bukan hanya yang ingin Anda beli.
- Bandingkan biaya beli dan jual pada kontrak.