Lewati ke isi
TuahCoin

Kripto sangat fluktuatif. Semua isi situs ini bersifat edukasi, bukan ajakan membeli.

Lembar 05 ยท Menilai proyek

Likuiditas token: mengapa koin yang bisa dibeli belum tentu bisa dijual

Nilai sebuah koin di layar hanya berarti jika ada pembeli yang mau menukarnya dengan uang saat Anda ingin keluar. Likuiditas adalah ukuran seberapa mudah hal itu terjadi, dan pada token kecil ukurannya sering sangat tipis.

Lembar ini ditinjau pada . Waktu baca kira-kira 4 menit.

Laptop di meja kerja menampilkan layar perdagangan dengan grafik batang hijau dan merah
Angka di layar adalah harga transaksi terakhir, bukan jaminan harga saat Anda menjual.

Harga di layar bukan harga yang Anda terima

Harga yang tampil di aplikasi adalah harga transaksi terakhir atau harga di kolam pada saat itu. Ketika Anda menjual dalam jumlah besar dibanding kedalaman pasar, harga bergeser selama transaksi berlangsung. Selisih antara harga yang Anda lihat dan harga rata-rata yang akhirnya masuk ke saldo Anda disebut slippage.

Pada bursa terdesentralisasi, banyak token diperdagangkan lewat kolam berisi dua aset, misalnya token dan stablecoin. Rumus yang umum dipakai menjaga hasil kali kedua isi kolam tetap. Mari pakai kolam rekaan berisi 1.000.000 keping token dan stablecoin senilai Rp50.000.000, sehingga harga tampil Rp50 per keping.

Menjual ke kolam kecil (belum termasuk biaya transaksi)
Keping dijualNilai di layarYang diterimaHilang karena slippage
20.000Rp1.000.000Rp980.3922,0%
100.000Rp5.000.000Rp4.545.4559,1%
200.000Rp10.000.000Rp8.333.33316,7%
500.000Rp25.000.000Rp16.666.66733,3%

Semakin kecil kolamnya, semakin mahal harga keluar. Bayangkan jika ratusan pemegang ingin menjual pada hari yang sama: harga akan merosot jauh sebelum semua sempat keluar. Inilah sebabnya token berkapitalisasi kecil bisa "terjun bebas" hanya karena beberapa penjual. Konteks penurunan pasar secara umum ada di lembar saat kripto anjlok.

Kolam likuiditas dan siapa yang bisa menariknya

Pihak yang mengisi kolam menerima tanda bukti kepemilikan, sering disebut token LP. Pemegang token LP bisa menarik isi kolam kapan saja, kecuali token itu dikunci di kontrak penguncian untuk jangka waktu tertentu atau dibakar.

Di sinilah salah satu risiko terbesar token baru. Jika pembuat token memegang token LP yang tidak terkunci, ia bisa menarik seluruh stablecoin dari kolam dalam satu transaksi. Pemegang token lain tertinggal dengan koin yang tidak punya pasangan untuk ditukar. Skenario ini adalah bentuk paling klasik dari rug pull.

Saat memeriksa, jawab tiga pertanyaan: berapa persen likuiditas yang terkunci, sampai kapan kuncinya berlaku, dan siapa yang bisa membukanya. Kunci selama beberapa minggu nyaris tidak berarti untuk proyek yang menjanjikan rencana bertahun-tahun.

Konsentrasi pemegang

Penjelajah blok memungkinkan siapa pun melihat daftar alamat pemegang terbesar sebuah token. Saat membaca daftar itu, pisahkan dulu alamat kontrak kolam, alamat pembakaran, dan kontrak penguncian. Sisanya adalah dompet biasa.

Jika sepuluh dompet biasa menguasai sebagian besar suplai beredar, satu keputusan menjual dari salah satu dari mereka bisa menjatuhkan harga. Perhatikan juga dompet-dompet baru yang menerima token dari satu sumber yang sama; bisa jadi itu satu pihak yang menyebar kepemilikan agar tampak merata.

Volume yang terlihat ramai belum tentu nyata

Volume perdagangan sering dijadikan bukti bahwa sebuah token diminati. Masalahnya, volume bisa dibuat-buat: satu pihak membeli dan menjual ke dirinya sendiri berulang kali. Praktik ini dikenal sebagai wash trading. Volume tinggi dengan kedalaman pasar tipis, atau volume yang melonjak tanpa pertambahan jumlah pemegang, patut dicurigai.

Ukuran yang lebih jujur adalah kedalaman: berapa rupiah yang bisa dijual tanpa menggeser harga lebih dari persentase tertentu. Angka ini jarang dipromosikan, justru karena itu layak dicari.

Bandingkan juga jumlah pemegang dari waktu ke waktu. Token yang benar-benar diminati biasanya bertambah pemegangnya secara bertahap, bukan melonjak ribuan alamat dalam semalam lalu diam. Pertumbuhan yang janggal seperti itu sering berasal dari pembagian token gratis untuk memoles statistik.

Honeypot: pintu masuk terbuka, pintu keluar dikunci

Sebagian token dibuat dengan kode yang mengizinkan pembelian tetapi membatasi atau memblokir penjualan, misalnya dengan biaya jual yang sangat tinggi atau daftar alamat yang boleh menjual. Grafiknya terlihat naik terus karena memang hampir tidak ada yang bisa menjual. Laporan audit dan pemindai kontrak otomatis bisa membantu menemukan fungsi semacam ini; bacaan tentang batas audit ada di lembar audit kontrak pintar. Jika ada keraguan, tidak membeli adalah pilihan paling aman.

Tanda bahaya likuiditas

  • Token LP tidak dikunci atau kuncinya hanya beberapa minggu.
  • Kolam sangat kecil dibanding kapitalisasi yang dipamerkan.
  • Grafik hanya naik tanpa satu pun transaksi jual yang berarti.
  • Biaya jual jauh lebih tinggi daripada biaya beli.

Checklist likuiditas sebelum membeli token kecil

  1. Cari ukuran kolam utama dan bandingkan dengan kapitalisasi pasar.
  2. Periksa status token LP: terkunci, dibakar, atau bebas.
  3. Catat tanggal berakhirnya kunci dan siapa yang bisa membukanya.
  4. Baca daftar pemegang terbesar setelah memisahkan alamat kontrak.
  5. Hitung slippage untuk nominal yang ingin Anda jual kelak, bukan hanya yang ingin Anda beli.
  6. Bandingkan biaya beli dan jual pada kontrak.

Lembar berikutnya